Resiko Kecelakaan Mengancam Liburan

21.00 |
Hari ini aku meliburkan diri, jenuh bekerja dan ingin menyegarkan pikiran kembali, berharap dapat inspirasi baru agar semangat lagi. Liburan kali ini saya gunakan untuk berwisata bersama keluarga. 
Liburan merupakan hal yang sangat menyenangkan dan paling dinantikan oleh setiap orang, apalagi bagi mereka yang bekerja baik di kantor atau wiraswasta seperti aku, atau pun pelajar dan mahasiswa. Kebanyakan orang, menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan untuk seluruh keluarga ketika pergi liburan. Dan sadarkah kita, bahwa kecelakaan lalu lintas mengancam kita setiap saat, saya pribadi sering melupakannya... :D

Umumnya liburan digunakan untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas kita sehari-hari, banyak sekali alternatif pilihan objek wisata yang bisa kita pilih, semuanya tergantung selera dan budget.

Beberapa diantaranya mungkin ada yang memilih laut, karena laut banyak menawarkan berbagai jenis kesenangan. Dari mulai berjemur dan berenang di pantai, menyelam, naik perahu, mancing sampai dengan selancar yang memerlukan keahlian khusus.

Tapi ada juga yang sebaliknya, malah memilih gunung atau hutan wisata sebagai alternatif. Wahana wisata yang ditawarkan tentunya berbeda pula, disini kita bisa melakukan pendakian, sepeda gunung, berkemah dan lain sebagainya, yang pasti tidak berenang digunung.

Dan ada juga yang tidak memilih gunung atau pun laut, malah memilih wisata lain, misalnya saja, pergi ke kebun binatang, taman ria, kolam renang atau wisata-wisata yang lain.

Yang jarang kita sadari adalah, liburan yang seharusnya digunakan untuk bersenang-senang atau rekreasi, malah digunakan untuk berbagai kegiatan yang menguras energi fisik. Sehingga walupun pikiran kita jernih kembali tapi tubuh kita kelelahan. Mungkin anda pernah merasakan kejadian mengantuk sehabis berenang ria di kolam renang.

Keadaan akan bertambah runyam, jika kita belum cukup istirahat sehabis liburan, tapi harus segera pulang sebab besoknya harus bekerja kembali. Akibatnya kita mengendarai kendaraan dengan keadaan tubuh yang kelelahan.

Tidak bermaksud menakut-nakuti, karena saya sedang liburan juga... :)
Hanya mengingatkan saja, jika kita sebagai inisiatornya sekaligus sebagai sopir kendaraan kita, pandai-pandailah dalam memilih lokasi dan jenis wisata yang akan kita kunjungi bersama keluarga atau kerabat. Dan tidak terlalu memaksakan fisik kita untuk beraktifitas saat liburan.

Dengan pertimbangan tersebut, kita bisa menjadikan liburan sebagai rekreasi dan relaksasi tubuh serta pikiran kita. Istirahat yang cukup sebelum pulang merupakan pilihan bijak sebelum duduk dibelakang kemudi, sehingga ketika kita melakukan perjalanan pulang kita benar-benar fresh dan siap menghadapi rutinitas kita sehari-hari.
Read more…

Pengalaman Menghadapi Konsumen

19.32 |
Sebagai pemilik sekaligus pengelola toko, berbagai karakter konsumen pernah saya temui dari mulai pelanggan yang lemah lembut sampai pelanggan yang berkarakter okem (kasar) pernah saya temukan.

Ada pula pelanggan yang sabar menunggu proses perbaikan bahkan inden satu atau dua hari pun tidak masalah, tapi banyak juga pelanggan yang tidak sabaran tidak mau tahu situasi dan kondisi seolah perangkat yang saya perbaiki hanya milik dia saja, padahal banyak pelanggan lain yang datang dalam waktu bersamaan.


Ketika ada sedikit waktu senggang selama proses perbaikan, biasanya saya mengajak ngobrol pelanggan siapapun orangnya. Prinsip saya, momen bisnis yang terjadi antara saya dan pelanggan hanya berlangsung beberapa saat saja, ketika barang yang diperbaiki selesai kemudian bayaranpun saya terima dan hanya itulah momen bisnis, tapi interaksi sosial antara saya dengan pelanggan tidak akan selesai sampai disitu, jika mereka merasa nyaman dengan pelayanan saya walaupun hanya dengan media obrolan ringan, tentunya pertimbangan selanjutnya untuk perbaikan perangkat saya berharap toko saya yang menjadi pilihan pertama.

Walupun demikian, kenyataannya banyak juga pelanggan yang hanya datang beberapa kali dan berpindah ke toko lain untuk melakukan perbaikan perangkat mereka, tidak masalah, itulah resiko bisnis :-)

Dari sekian banyak pelanggan yang saya temui ada dua kejadian yang tidak akan pernah saya lupakan, karena inilah pengalaman yang sangat berharga bagi saya.

Pertama; Pelanggan yang super okem, dengan kata-kata kasar, dan tidak sopan. Ketika melihat tato di tangan dan karakternya tersebut saya berasumsi mungkin dia dari golongan preman.
Servisnya saya kira sederhana Pewer Suply PC nya mati, tinggal ganti normal kembali. tapi yang bikin repot adalah dia membawa keyboard PS2 yang telah dipotong konektornya ingin diganti dengan konektor USB dan secara kebetulan saya kehabisan stock keyboard USB kalau ada tinggal berikan saja keyboard USB. Setengah memaksa dan dengan kata-kata kasar di meminta saya menyambung keyboardnya dengan konektor USB dari keyboard bekas, karena jengkel saya menjawab dengan tegas "tidak bisa" dan mempersilahkannya mencari toko lain.
Dari pengalaman ini saya selalu berhati-hati dalam menghadapi pelanggan, dan saat ini saya sering menolak pelanggan yang sedikit arogan.
 
Kedua; Ada pelanggan yang datang ingin memperbaiki PC, dengan sedikit terburu-buru dia meninggalkan PCnya dengan alasan ada keperluan dan mempersilahkan saya untuk memeriksanya sebab satu jam kemudian komputernya akan diambil. Sebagai pengelola toko tentunya saya tidak ingin mengecewakan pelanggan, dengan cepat saya memeriksa dan ternyata PGAnya yang rusak, tinggal ganti, instal driver normal kembali.

Kira-kira satu jam kemudian ketika dia datang, saya sebutkan PGA komputernya mati dan saya serahkan PGA yang rusak sebagai barang bukti. Masalah muncul, dia menyebutkan bahwa komputernya tidak apa-apa dia hanya ingin install software pemutar film dan game saja. Nah loh....!!! Pinter nih orang...!! dia mencoba mengelabui toko untuk mendapat VGA secara gratis, dengan cara menitipkan PC dan pura-pura ada keperluan mendesak. Masalahnya cukup panjang tapi dengan adanya saksi yaitu pelanggan lain, saya berhasil mengatasinya.

Dari kejadian tersebut, sampai saat ini saya tidak pernah memperbaiki PC tanpa di periksa kondisi awal di hadapan pelanggan yang punya. Percaya ataupun tidak banyak sekali pelanggan yang menitip PC langsung pergi tanpa menunggu pemeriksaan awal, tapi berkaca dari pengalaman tadi saya tidak pernah memperbaikinya berapa haripun PC nya di simpan di toko.

Semoga dari pengalaman saya tersebut banyak sahabat-sahabat yang berprofesi sama dengan saya bisa mengambil pelajarannya.
Read more…

Mencari Komunitas Blogger Lokal

18.45 |
Toko saya berada di wilayah garut, tepatnya di kadungora. Seperti halnya wilayah lain di Indonesia, Garut kaya dengan berbagai objek wisata yang menawan. Dari mulai wisata pantai, pemandian air panas, penginapan dengan konsep alam pedesaan, rumah makan, pusat jajanan kaki lima, permainan anak, situs purbakala, sampai dengan pegunungan yang bisa anda daki.

Tahun 2008 akhir, sebagai orang awam (newbie) yang mencoba berkecimpung di dunia online, tentu saja, beberapa kali saya mencari komunitas blogger asal kota intan (Garut) tersebut, termasuk tanya sana-sini barangkali ada senior blogger di wilayah saya, tapi hasilnya nihil. kebanyakan dari pengguna internet di wilayah saya hanyalah pengguna facebook maklum lagi naik daun. :-)

Akhirnya dengan hanya modal pemahaman internet yang terbatas, saya mencoba berselancar di internet, dari mulai hanya searching sana-sini sampai akhirnya saya mencoba membuat blog sendiri. Searching lagi melihat berbagai panduan dari mulai tutor pembuatan, tutor modifikasi tema, tempel widget, dan lain-lain, hingga tak terhitung lagi jumlah postingan sahabat blogger yang telah saya baca :-D

Anda bisa lihat, berikut ini adalah blog pertama saya yang sudah beberapa tahun tidak saya update anda bisa lihat disini. Munkin ada beberapa dari anda yang pernah mengunjunginya.

Dengan informasi yang sangat terbatas saya pernah mencoba berkecimpung dalam berbagai bisnis online, mungkin hampir semuanya pernah saya coba termasuk terakhir saya singgah di dunia falas forex. Saya kira alamat rumah termasuk email telah sampai di berbagai negara :-) ini terlihat dengan jumlah kiriman email spam yang mencapai ratusan setiap harinya.

Bahkan saya sempat dibuat kerepotan, ketika salah satu perusahaan forex dari London, Inggris, menghubungi saya lewat telephone selama beberapa hari terus-menerus yang intinya berusaha meyakinkan saya untuk percaya dan menginvestasikan uang saya di perusahaannya, tentu saja saya menolaknya secara halus sampai akhirnya saya tidak mengangkat telephonenya lagi. Percaya atau tidak, saya terdaftar di perusahaannya secara tidak sengaja alias kesasar. Waktu itu saya cari modal gratisan, kemudian menemukan review blogger yang memberikan formasi tentang perusahaan yang memberikan modal cukup lumayan dan linknya merujuk kesana, seperti biasa tanpa baca Term langsung daftar, hasilnya berselang satu hari langsung dihubungi perusahaan :-) belakangan saya ketahui dari Termnya bahwa modal tersebut hanya diperuntukan bagi member baru dari wilayah eropa, .... not for your country :-)

Prestasi terbaik saya pada saat-saat itu adalah mendapat kiriman uang senilai $30 - $40 selama beberapa bulan, kemudian pernah juga mendapat kiriman hadiah hiburan dari Jepang selama beberapa kali, dan voucher belanja senilai 50-100rb masing sering datang sampai saat ini.

Tanpa saya sadari perjalanan yang melelahkan tersebut, telah menjadi kenangan dan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Hal ini saya alami karena tidak adanya mentor yang memandu, parcaya atau tidak saat itu mungkin hanya saya yang menjadi blogger di wilayah saya.

Kalo anda bertanya bagaimana saat ini? saya bisa meyakinkannya bahwa blogger di wilayah saya mungkin susah dihitung lagi. Dan komunitas blogger garut yang dulu saya cari sekarang telah terbentuk, tapi siapa yang membuatnya saya sendiri tidak tahu. Anda bisa melihatnya dengan memasukkan kata kunci tersebut di mesin pencari, dan sayangnya saya sendiri bukan salah satu anggotanya mungkin karena terlalu fokus pada urusan lain sehingga saya belum sempat mendaftar.

Pernah saya mengunjunginya beberapa kali dan melihat conten yang ada di sana, dan saya rasa cukup ideal untuk sebuah komunitas. Tapi sampai saat ini saya belum tertarik untuk menjadi anggotanya karena lebih fokus pada pengembangan usaha toko sementara untuk blogging hanya sarana share pengalaman saja  sekaligus sarana promosi online berharap keuntungan lebih :-) walaupun untuk up date blog, saya banyak melakukan delay-nya. Ini seraing terjadi jika saya lupa mengambil gambar untuk tutor ketika melakukan perbaikan perangkat, jadi mohon di maklum aja ya... :-)

Tapi saya akan tetap berusaha bloging, share pengalaman di toko dan tentu saja mencari peluang di internet, saya melakukannya karena memang suka, jadi selama hal ini membuat saya senang saya akan terus berjalan walaupun harus sesekali istirahan dan menghela napas :)
Read more…

Sejarah Nama Cakra Computer Sebagai Dasar Bengkel Cakra

13.54 |
Logo Cakra Computer Lama
Logo Cakra Computer Baru
Setelah mencoba berbagai nama untuk toko milikku, menjelang akhir tahun 2006 Cakra Computer di pakai sebagai pilihan terakhir untuk nama toko komputerku tersebut. Sebelum memakai nama CAKRA sebenarnya aku pernah memakai beberapa nama untuk toko diantaranya Fajar Computer yang terinspirasi dari group musik yang dipimpin ayahku kemudian Baraya Computer yang terinspirasi oleh organisasi primordial yang aku pimpin dan nama-nama lain yang semuanya sudah tidak kugunakan lagi. Hingga akhirnya aku menemukan nama CAKRA yang lebih familiar paling tidak di telingaku.

Bahkan tidak ada yang special ataupun ritual khusus untuk mendapatkan nama CAKRA tersebut. Nama Cakra aku peroleh secara insidental dan tiba-tiba ketika aku sedang duduk santai di kamar kontrakkan sekaligus kantor kerjaku.

Setelah mantap untuk menggunakan nama tersebut, baru aku berfikir dan menelusuri makna filosofis atau bahkan akronim dari nama CAKRA tersebut. Sayangnya, untuk urusan akronim sampai saat ini aku belum menemukan makna kalimat atau kata yang tepat dengan maksud, tujuan, cita-cita dan jalur usahaku.

Untuk makna filosofis aku menemukan beberapa uraian yang cukup lumayan tentang kata CAKRA, berikut uraian yang aku temukan;

1) Dari sudut pandang seni beladiri dan metafisika, Cakra diartikan sebagai tenaga atau kekuatan tersembunyi dalam tubuh manusia yang jika dibangkitkan bisa menjadi kekuatan yang dahsyat yang dimiliki manusia. Dengan kata lain, Cakra adalah potensi tersembunyi yang dimiliki manusia.

2) Dalam dunia pewayangan, Cakra adalah senjata milik tokoh yang memiliki gelar batara, seperti Rama dalam kisah Ramayana dan Kresna dalam kisah Mahabrata. Senjata ini biasa dipakai pada akhir kisah sebagai senjata terakhir untuk menentukan kebenaran atau membuka jati diri seorang tokoh yang menyamar. Bahkan dalam kisah Ramayana senjata Cakra mempu memberikan hukuman sesuai dengan takaran kesalahan seorang tokoh.

3) Umumnya di tatar Priangan, kata Cakra identik dengan bentuk silang atau huruf ( X ). Symbol seperti ini biasa dipakai sebagai tanda untuk perintah "pilih". Contoh kecil; Saya teringat ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ketika melaksanakan ulangan umum, pada bagian atas lembar pertanyaan plihan ganda terdapat tulisan "berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang anda anggap paling benar" maka tanda cakra mewakili pilihan akhir anda. Dan saya mengasumsikan, untuk para pelanggan "STOP" anda tidak usah muter-muter lagi mencari barang yang anda inginkan, cukup di Cakra Computer Technology... :)

Dengan memakai nama Cakra ini, saya selalu berusaha memberikan pelayanan prima untuk para pelanggan apalagi jika jarak antara rumah pelanggan dengan toko cukup jauh saya seringkali meng-cross check barang berulang kali.

Misalnya saja, ketika seorang pelanggan memesan Personal Computer (PC), biasanya saya melakukan running computer tersebut hampir 24 jam penuh sebelum barang tersebut diantar, atau jika pelanggan tersebut menunggu proses running paling tidak saya lakukan beberapa jam.

Sejauh ini saya tidak menemukan makna yang kurang bagus tentang kata Cakra, dan saya berharap kata Cakra mampu memberikan dorongan positif untuk usaha saya sesuai dengan makna filosofis yang saya temukan.
Read more…

Pengalaman Penulis di Perguruan Tinggi

09.31 |
Diskusi santai di asrama
Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat lanjutan aku memiliki keinginan besar untuk melanjutkan kuliah, sayangnya orang tua tidak begitu merespon. Aku sangat memahami pertimbangan mereka, soalnya untuk bisa melanjutkan kuliah diperlukan tidak sedikit biaya untuk berbagai keperluannya dan aku sangat paham dengan kondisi ini.

Tapi keinginanku untuk bisa kuliah sangat tinggi, sehingga dengan sedikit memaksa aku memohon restu mereka agar aku di ijinkan kuliah. Saat itu yang kuminta hanya ijin dan doa restu, tidak lebih dari itu, untuk biayanya aku nekad saja (bukan naked) pasti ada jalan keluarnya nanti.
Akhirnya dengan kelihatan berat hati, mereka mengijinkanku melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Dengan berbekal niat yang kuat dan nilai pas-pasan, aku mengikuti seleksi masuk sebuah perguruan tinggi melalui jalur PMDK atau seleksi masuk tanpa tes dengan jurusan kependidikan dan ternyata lulus alias diterima... :)

Setelah surat kelulusan aku terima, aku cari info tentang waktu dimulainya masa perkuliahan dari papan pengumuman maupun pos-pos bantuan informasi, ternyata dimulainya masa perkuliahan masih lama kurang lebih dua bulan lagi, soalnya pihak universitas masih akan mengadakan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tes sebanyak dua gelombang, dengan berbekal info ini dan tanggal tepatnya dimulai kuliah aku pulang ke kampung halaman menunggu waktu itu.

Walaupun telah lulus tes, aku masih bingung, apa yang harus dilakukan selanjutnya hingga hari-hariku pasca lulus tes dan masuk kuliah aku habiskan untuk istirahat dirumah.

Bahkan menjelang hari H dimulanya kuliah, aku tidak melakukan apa-apa karena memang tidak tahu apa-apa.. :) aku hanya fokus pada tanggal dimulainya perkuliahan.
Ketika rekan-rekan se-angkatanku sibuk mencari kontrakan yang lokasinya dekat dengan campus, aku masih santai-santai dirumah.

Satu hari menjelang dimulainya kuliah aku baru berangkat ke Bandung. Berbekal dua buah kardus kecil, yang satu berisi pakaian dan satunya lagi berisi makanan, ditambah satu tas kecil berisi alat tulis aku menginjakkan kakiku untuk kesekian kalinya sendirian di campus, tanpa saudara, kerabat atau orang yang pernah di kenal.

Sesampainya di halaman kampus aku baru sadar dan terpikir tempat tinggal. Perkuliahan baru dimulai besok itu pun masih melewati masa penerimaan atau Ospek jadi masih ada satu hari satu malam lagi yang kosong buatku, malam ini aku tidur dimana......????
Dalam kebingungan akhirnya aku mencari mesjid terdekat sebagai tempat istirahat sementara. Selang beberapa waktu kemudian aku baru tahu bahwa itu adalah mesjid kampus, hehe.....!!!!

Aku tidur di mesjid selama 3 malam, siang hari sampai sore harinya hampir semua waktuku tersita untuk ospek sehingga tidak ada waktu untuk berkeliling diluar kampus.
Selama masa ospek aku menemukan teman-teman baru termasuk yang akan menjadi teman sekelasku nanti. Setelah selesai ospek baru aku bisa tidur di rumah kost atau kontrakan, itupun masih numpang di kontrakan teman.

Dari sinilah perjalananku hidup mandiri di mulai, aku tidak mungkin selamanya numpang tidur di kontrakan teman, termasuk juga urusan perut harus kupikirkan. Maka disela-sela waktu kuliah aku sibuk mencari pekerjaan yang bisa dikerjakan secara part time atau paruh waktu, pencarianku tidak sia-sia akhirnya ada seseorang yang membutuhkan penjaga wartel termasuk juga disediakan kamar tempat tidurnya.

Untuk beberapa waktu aku bisa birnapas lega karena masalah tempat tinggal termasuk biaya operasional perut sudah terselesaikan. Sayangnya kondisi ini tidak berlangsung lama, entah untuk apa, pemilik wartel tiba-tiba melelang wartel sekaligus tempatnya, dan anda bayangkan saja untuk urusan jual-beli tempat di daerah perkotaan tidak akan memakan waktu lama, dan betul saja, aku terusir dari tempat itu karena berubah kepemilikan.

Anda pasti tahu kelanjutannya.... :) pencarinku dimulai lagi hanya untuk bertahan hidup menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Aku berkelana kembali dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dari mulai penjual bungkus pisang goreng, rokok, kue lapis, dan lain-lain, hingga akhirnya aku menemukan jalan untuk menggeluti dunia teknologi komputer dan mampu bertahan sampai saat ini.

Aku sangat bersyukur, Tuhan telah memilihkan jalan terbaik untukku melalui pengalaman-pengalaman berharga yang ku peroleh.

Thank's God...!!!
Read more…

Sejarah Pembuatan Blog Bengkel Cakra

11.30 |
Aku tidak bermaksud menerangkan sejarah blog, tetapi sejarah aku ngeblog... :)
Aku mengenal internet sudah cukup lama, hanya saja waktu tepatnya aku tidak ingat, kira-kira ketika masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan. Tapi mengenal lebih dekatnya adalah ketika aku masih kuliah, sebab banyak sekali tugas-tugas mata kuliah yang referensinya harus diambil dari internet.

Kalo mengingat pencarian referensi mata kuliah aku suka "nyengir" sendiri, soalnya; kita kan belajar dari dosen, jika dosen bingung dengan suatu materi pastinya nyuruh nyari di internet, sedangkan yang posting terkadang mahasiswanya sendiri. hehe...!!! ayo pinteran siapa, mahasiswa atau dosen...?

Awalnya, walaupun sering mondar-mandir di warnet aku sama sekali tidak mengenal bloging, perkenalanku dengan internet hanya sebatas mencari referensi, chat, atau iseng-iseng buka situs xxx, hehehe......!!!!
Ayo...semuanya juga pasti pernah lah...ngaku aja......!!!

Berawal dari boomingnya situs jejaring sosial "face book" di daerahku, kira-kira pertengahan tahun 2009, aku pun terseret arus euphoria dan ikut-ikutan bikin account facebook. Menjelang 2009 akhir, sebuah situs money e-currency (alat pembayaran online) ternama "paypal" turut menyemarakan dunia facebook dengan sebuah program promonya yaitu paypal wish list, tidak ketinggalan akupun turut serta dalam program itu.

Sebagai pemula dalam dunia bayar-membayar secara online, aku tidak terlalu antusias dengan program promo dari paypal, bahkan teman-temanku di facebook memandang sebelah mata untuk urusan ini, dampaknya tentu saja mereka malas nge-klik undangan yang ku kirim dan aku tidak bisa berbuat banyak karena itu hak mereka. Kecuali orang-orang terdekat, aku ngotot nyuruh mereka supaya konfirmasi undangan yang ku kirim, hehe....!!!

Dengan program promo seperti ini pun, aku belum begitu tertarik dengan dunia blog, tapi aku mulai mengenal apa itu blog, web dan blogging. Awal tahun 2010, kira-kira bulan Februari, paypal benar-benar membayar hasil jerih payah yang kulakukan, walaupun tidak besar tapi ada selisih lebih dibandingkan modal online yang kukeluarkan.

Berangkat dari sinilah, aku mulai melirik dunia blog atau dunia online sebagai tempat mencari penghasilan.
Tanpa seorang guru ataupun tutor aku mulai ngeblog dengan fasilitas gratisan dari google, searching sana-sini mencari refferensi tentang cara memperoleh penghasilan scara online, hingga aku terdampar di "lembah PTC". Tidak terhitung jumlah PTC yang ku ikuti, dari produk lokal hingga luar negeri, tidak terhitung lagi waktu yang ku keluarkan untuk PTC, bahkan mungkin jari-jariku telah keriting karena terlalu banyak nge-klik iklan... :).
Aku gunakan blog sederhanaku untuk promo sana-sini, mencari referral sebanyak-banyaknya. Hasilnya, hanyalah recehan yang ku dapat.

Tapi, pengalaman di dunia PTC adalah pelajaran yang sangat berharga buatku. Bahkan jika ada yang mau blogging tanpa seorang guru atau tutor, aku recomendasikan ikutan PTC dulu, ada segudang ilmu yang sangat berguna disana walaupun ada harga yang harus dibayar untuk itu. Namun jika anda ngeblog dengan bantuan seorang tutor atau web master, tentunya mereka tidak bakalan ngasih ijin buat anda ikutan PTC. :)

Setelah sekian lama bergelut dengan blog dan PTC, akhirnya aku tersadar dengan tujuan awalku blogging, dan "stop" cukup sudah pelajaran dasar yang ku peroleh tinggal praktek dan konsisten dengan tujuan, untuk pelajaran tambahannya nanti bisa menyusul.

Dan inilah aku dengan tujuanku. Aku mengembangkan dua teknik usaha dan promosi yaitu online dan off line. Usaha konkritnya aku melengkapi toko komputer yang telah ku rintis sejak dulu, dan sebagai pendampingnya aku mejadikan blog sebagai sarana promosi, sharing pengalaman menghadapi pelanggan, sharing masalah atau penyakit software dan hardware yang ku tangani, dan lain-lain.

Aku berharap kegiatan ngeblog kali ini sesuai dengan tujuanku.
Read more…

Tentang Cakra Computer

16.28 |
Cakra Computer adalah dasar dan alasanku dalam mengelola blog bengkel cakra. Sebenarnya, sebelum menggeluti dunia teknologi komputer dan perangkat optik secara mandiri, aku telah berkelana dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Aku pernah menjadi penjaga wartel, pelayan mie baso, pelayan es cendol, penjual kue lapis, penjual rokok, pengarang buku, dan pernah juga mengajar alias jadi bapa guru.   :)

Basic pendidikanku sebenarnya adalah kependidikan artinya semasa kuliah aku dipersiapkan untuk menjadi seorang guru atau pengajar, berdasarkan pertimbangan inilah aku mencoba menekuni dunia yang sesuai dengan basic pendidikanku. Aku mengajar selama kurang lebih 2 tahun di daerah Bandung, tetapi ternyata dunia ini kurang sesuai dengan karakteristik kepribadianku sehingga aku tinggalkan.

Aku merasa memiliki kepribadian yang tidak terbiasa terikat penuh dengan time schedule yang dibuat orang lain, dan aku merasa usaha mandiri lebih cocok dengan kepribadianku.
Walau kenyataannya pusing juga..hehe... :) karena memang tidak ada satu pekerjaanpun yang terbebas dari resiko.

Sebenarnya perjalananku memulai usaha bukan mutlak ciri kepribadian, melainkan karena kebutuhan hidup. Walaupun dengan nilai pas-pasan, aku masuk kuliah melalui jalur PMDK atau seleksi masuk tanpa tes, dalam artian aku lulus dengan biaya yang relatif kecil kalau tidak dibilang gratis... :) Dengan akses ini aku memulai hidup di tanah perantauan seorang diri, sedangkan bekal yang diberikan orang tua jauh dari mencukupi karena kemampuan yang kurang. Jangankan untuk mebayara kontrakan, untuk kebutuhan hidup saja aku kerepotan apalagi ditambah biaya kuliah; photo copy inilah...itulah... makalah, buku, dll deh...!!!

Hapunten abah...ema... sanes ngaleuleungit....!!! :(

Dengan kondisi inilah aku berfikir keras untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan hidup sehingga aku mencoba berbagai pekerjaan. Perjalanan ini menempa kepribadianku untuk mandiri; berfikir efektif dan ekonomis, bekerja mandiri, serta berbagai hal yang sifatnya crusial harus aku selesaikan secara sendiri. Makanya tidak heran jika menjadi guru kurang cocok dengan kepribadianku, menjadi seorang guru professional menurutku sangat berat, karena selain psikologis yang harus matang untuk memahami individu anak didik yang berbeda-beda, kita juga diharuskan berkutat dengan dunia didaktis, membuat metode pembelajaran, sylabus, scenario dan sebagainya.

Setelah mencoba berbagi pekerjaan yang sesuai dengan tenaga dan kemampuanku, secara tidak sengaja aku tersandung dengan dunia teknologi komputer. Awalnya, walaupun aku terbiasa menghadapi papan keyboard dan monitor ketika mengerjakan makalah, sebenarnya untuk dunia bisnis, hardware dan software komputer pengalamanku saat itu adalah nol. Jadi, tidak terpikir sedikitpun bahwa pada akhirnya aku akan terjun langsung menggeluti dunia teknologi komputer.

Aku tersandung di dunia komputer melalui seorang teman dekat. Saat itu, dia memerlukan sebuah komputer untuk kebutuhan kuliah tetapi tidak tahu dimana harus membeli komputer, dengan gaya sok tahu aku menawarkan diri dan memberitahunya bahwa aku bisa memberikan dia sebuah komputer yang cukup bagus dengan budget yang dia miliki, tanpa disangka diapun percaya 100% dan langsung memberikan uangnya kepadaku, sedangkan aku sendiri tidak tahu harus dimana membeli komputer. Waduh....... :)

Alhasil, dengan uang ditangan aku malah kebingungan, gimana nih.....!!!
Kondisinya berbalik 180 derajat dengan penjual komputer. Kalau penjual komputer lain, berpikir keras untuk menjual komputer agar bisa memperoleh uang, sedangkan aku berpikir keras untuk mencari penjual komputer lain yang harganya bisa miring karena pembeli dan uangnya sudah ditangan.

Setelah aku bertanya kesana-kemari, termasuk rental, warnet dan orang-orang terdekat yang aku anggap bisa komputer, akhirnya aku menemukan seseorang yang sudah terbiasa jual-beli komputer walaupun kecil-kecilan.
Saat itu aku tidak tahu pusat penjualan komputer atau toko komputer di daerah Bandung lho... :)

Dari penjual inilah aku pertama kali bersentuhan dengan bisnis komputer, sayangnya jalinan dengan penjual ini hanya sebatas jual-beli saja dan tidak berlanjut, mungkin dia takut aku menjadi saingannya... :)
Tapi aku tidak kehabisan akal, sebelum komputer itu aku serahkan kepada clientku aku simpan di kontrakanku dan aku bongkar...!!! karena aku tahu bahwa dia masih memberikan garansi untuk komputer ini ... ) syukurlah tidak apa-apa ketika aku pasang kembali.

Pelajaranku yang mendalam sebenarnya dimulai ketika komputer ini error setelah beberapa minggu. Berhubung lokasi yang cukup jauh dengan si penjual, aku mencarikan servis komputer yang terdekat, dan ketemu... :)

Saat dia sedang memperbaiki komputer, aku bercerita banyak dengan sang servis tentang komputer, hardware dan software, yang akhirnya berlanjut dengan berkenalan nama dan asal daerah. Ternyata dia berasal satu daerah denganku... :)

Nah...!!!
Dari dialah aku tahu lebih banyak tentang komputer dan joinan jual-beli komputer, saat itu aku hanya makelar saja yang mencari orang yang mau membeli komputer, tapi keuntungannya lumayan juga    hehe....!!!

Sebenarnya dialah guru komputerku yang pertama sebelum aku kursus dan kuliah kembali dengan jurusan komputer dikemudian hari selain jurusan keguruan yang telah kuikuti.

Aku berharap usaha yang ku tekuni bertambah maju dengan berbekal pengetahuan yang ku peroleh tersebut.

semoga..!!!
Read more…

Tentang Penulis Blog

10.26 |
Namaku Deden, di kalangan rekan-rekan netter dan blogger aku memakai nama alias Dedencakra. Nama akhiran Cakra diambil dari tempat usahaku Cakra Computer Technology, sebuah usaha pribadi yang kubangun dari nol empat tahun yang lalu dan sekarang aku bersyukur bisa menggantungkan hidup sepenuhnya kepada Sang Pencipta dengan jalan mengelola tempat usahaku tersebut.

Bahkan rekan-rekan dan langganan-langgananku lebih memilih panggilan Cakra yang dialamatkan kepadaku dari pada namaku sendiri, akhirnya akupun terbiasa dengan nama itu, tak apalah..... :)

Maafkan daku Ambu... Abah.... bukan keinginanku mengganti nama, hehe... :)

Aku dilahirkan di sebuah kampung kecil yang asri dan sekarang rusak parah 11 Februari 28 tahun yang lalu, tepatnya di kampung Cikadu-Bangkelung, sebuah daerah yang masih merupakan bagian dari warisan Tatar Galuh Pasundan jaman dahulu. Mayoritas penduduknya hidup dari bertani, sehingga aku sendiri terbiasa dengan peralatan pertanian dan sarapan pagi para petani seperti "Bubuy Sampeu, Gula Kawung, Kopi Pait, dan Udud Daun Kawung"... :)

Masa kecilku sangat menyenangkan. Aku bermain dengan kondisi lingkungan yang masih asri, permainan anak-anak yang ramah lingkungan, adat gotong royong yang masih kental, dan perkataan "bahasa ibu" yang masih dipertahankan oleh para orang tua, sampai akhirnya bencana "moderenisasi" itu melanda kampungku.

Jujur, secara pribadi aku Tidak Membenci Modernisasi, karena usaha yang ku tekuni pun tidak terlepas dari pengaruh modernisasi itu sendiri, yang aku sesalkan adalah terkikisnya budaya asal hingga nyaris punah jika tidak ada para orang tua yang masih tetap kukuh mempertahankannya. Silahkan saja cross check, dulu banyak sekali permainan anak-anak yang sering aku mainkan dan percaya atau tidak itu sangat mengasikkan, seperti; gartirk, galah, sapintrong, sumput beling, bendrong, baren, hong-hongan, babancakan, dan masih banyak lagi yang lain. Sekarang yang ada hanya "PS"
Aku rindu sekali masa-masa itu.... tapi tak apalah, memang waktu terus berputar.

Dengan memulai pendidikan di sebuah sekolah dasar yang ada di kampungku, aku mulai belajar menjalani hidup dari sudut pandang yang berbeda. Dan dari sanalah aku mulai meraba-raba impian, angan-angan dan cita-cita... :)

Dengan dorongan penuh dari orang tuaku aku menyelesaikan pendidikan sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), dan dengan berbekal Nekad (bukan naked) aku melanjutkan pendidikan disebuah Universitas Negeri yang ada di kota Kembang, Bandung.

Dan ternyata, pengalaman hidup nge-kost ketika masih kuliah merupakan pelajaran yang sangat berharga yang membentuk mental dan kepribadianku saat menghadapi kehidupan nyata di masyarakat. Dan tentunya membuat aku lebih mengenal teknologi informasi sebagai salah satu media yang dapat membantu kehidupanku.

Jujur saja, dulu ketika masih dikampung, jangankan internet telephone rumah saja baru denger namanya belum pernah lihat aslinya.. :). Televisi baru ada beberapa biji, itu pun masih item-putih yang dinyalakan dengan accu recharging. Kalo sekarang jangan ditanya lagi, di kampungku banyak yang sudah punya home theater lho...!!.

Berbekal pengalaman kuliah, aku mencoba membuka usaha di dunia Teknologi Computer. Antara lain; Penjualan dan servis Computer, Laptop, accessories, dan Hp.
Bahkan aku menggeluti Supler dan servis perangkat Optik yang berbasis elektronik atau computer Seperti Autorefractor dan Lenso Auto. Hasilnya, ya... cukuplah untuk memenuhi kebutuhanku.

Kemudian, ketika melihat situasi perkembangan teknologi informasi -salah satunya internet- telah berkembang hingga menjangkau lorong-lorong pedesaan, aku tidak boleh tinggal diam atau aku akan tertinggal jauh di belakang. Maka aku mencoba untuk mengimbangi perkembangan tersebut sesuai kemampuanku.

Rekan-rekan se-profesi denganku yang memiliki cukup modal, memilih terjun langsung dengan membuka usaha Warnet (warung internet), sedangkan aku yang memiliki modal terbatas memilih sisi lain dari perkembangan internet itu.

Hobiku dalam mengoleksi software dan internetan membuatku memilih blogging sebagai media pendukung usahaku, alasanku cukup sederhana, selain alasan ekonomis aku beranggapan bahwa dengan blog aku bisa menemukan pangsa pasar yang sangat luas. Dengan alasan itu pula aku membuat blog dengan dua persi bahasa, yang berbahasa Indonesia aku beri nama "bengkel cakra" sedangkan yang berbahasa Inggris aku beri nama "cakra spy".

Aku tidak berharap terlalu banyak untuk urusan blog, hanya saja aku berharap orang tahu keberadaanku dan usahaku sehingga mereka percaya dengan kualitas servis dan barang yang ku tawarkan.

---harap-harap dapat banyak.....!!! :)

It's choice...
Let's see...
Read more…

JANGAN LEWATKAN


Informasi menarik setiap hari GRATIS dari Bengkel Cakra


Gabung Juga di Facebook Bengkel Cakra

Alamat email anda
disini: